Adalah tanggal 31 Desember 2010, hari terakhir di tahun 2010. Banyak hal yang telah terlewati, baik itu suka maupun duka dalam kehidupan ini. Semua terasa begitu cepat meninggalkan jejak-jejak kenangan yang mengukir di dalam hati. Satu hal besar yang terlewati di tahun ini, yaitu bertemu dengan orang yang sangat membenciku. Semula semua baik-baik saja, tetapi begitu berjalannya waktu timbul rasa kebencian di hatinya karena salah paham. Dan setiap penjelasanku seolah hanyalah bualan yang tiada artinya. Hingga stres berat. Kenapa bisa 2 orang sekaligus membenci diriku hanya karena persoalan sepele yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan baik.
akan tetapi dari semua itu aku bisa belajar 1 hal di kehidupan ini. Bahwasanya peerkataan yang terlanjur keluar tidak dapat kembali.
Dari T: sebuah persahabatan itu sangat berarti, suka dan duka dilewati bersama, saling memahami 1 sama lain.
Dari W: mulutmu harimau8. Sadar tidak sadar apa yang kita ucapkan pada orang lain seperti kita mengejek orang lain sebenarnya adalah mengatakan diri kita sendiri. Misalnya saja, mengatakan tukang ngadu, tanpa disadari kita adalah apa yang kita katakan.
Dari A: kasih sayang itu bukan berarti harus memiliki, tapi kita harus bisa memberikan kebahagiaan bagi orang yang kita sayangi.
Sungguh dari peristiwa ini justru menimbulkan kasih sayang dalam hatiku, meskipun aku belum bisa merajut hati mereka semuanya untuk menjadikan kebencian ini menjadi kasih sayang, kasih sayang sahabat.
Thanks all....
Keblinger
Selasa, 07 Desember 2010
Kamis, 28 Oktober 2010
Takdirku
Aku tak pernah meminta menjadi orang yang slalu kalah
Aku tak pernah berdoa agar hidup dalam keterbatasan
Aku tak pernah memohon hidup dalam keserdehanaan
Dan aku tak pernah meminta agar salah jurusan.
Dalam sujudku aku slalu memohon kepada-Mu
Aku slalu meminta agar Kau beriku kesabaran
agar aku menjadi manusia pemaaf
Apa ini jawaban dari setiap doaku Rabb??
menjalani kehidupan yang sama sekali tak diharapkan
dan berada di keadaan yang tak ku sukai,
tapi, semakin aku pahami
semakin aku mengerti bahwa ini takdirku
Dan ini adalah yang terbaik bagiku.
Terima kaih ya Allah,
kau mengabulkan setiap doaku dengan cara yang indah
Aku tak pernah berdoa agar hidup dalam keterbatasan
Aku tak pernah memohon hidup dalam keserdehanaan
Dan aku tak pernah meminta agar salah jurusan.
Dalam sujudku aku slalu memohon kepada-Mu
Aku slalu meminta agar Kau beriku kesabaran
agar aku menjadi manusia pemaaf
Apa ini jawaban dari setiap doaku Rabb??
menjalani kehidupan yang sama sekali tak diharapkan
dan berada di keadaan yang tak ku sukai,
tapi, semakin aku pahami
semakin aku mengerti bahwa ini takdirku
Dan ini adalah yang terbaik bagiku.
Terima kaih ya Allah,
kau mengabulkan setiap doaku dengan cara yang indah
Rabu, 13 Oktober 2010
Perjalanan Hati

Perjalanan ini semakin jauh membawaku ke dalam dunia baru
Dunia yang memberiku ketenangan jiwa
Dunia aku mendapatkan kasih sayang
Terpenuhinya semua inginku
Dalam jiwanya ku menari-nari
berputar-putar menghiasi hatinya
menyanyikan nada-nada cinta
mengusik jalan pikirnya
Semuanya seperti mimpi
meski ku tau ini hanya mimpi tuk sekejap saj
tapi hati dan jiwa berharap tuk slamanya
Jumat, 24 September 2010
Mengejar

Aku berlari mengejar engkau
Berusaha memeluk kembali mimpi yang kau bawa
Tapi...
Semakin ku mengejar, langkahmu semakin jauh
dan tak mampu ku kejar
Aku merintih di perbatasan ini
Tapi tak ada yang mengerti
Semua berlalu tak pedulikanku
Seolah aku ini hanya patung yang tak punya rasa
Tetes demi tetes air mata berjatuhan
tapi,
Tak jua engkau datang
Masih saja engkau jauh
Di mana engkau kini??
Engkau pembawa hatiku
Aku lelah terus mengejarmu seperti ini
selalu begini
dan selalu begini
Nothing
Dalam perjalanan ku mencari arti sebuah diri
ku tanya pada sesiapa yang ku temui
Tapi,
Tak jua mereka jawab tanyaku
Aku berlari,
Berharap di sana kan ku temui
Siapa sebenarnya diri ini,
Aku bosan terus begini
dan terus begini
Tapi kenapa mereka tak jua mengerti
Aku kecewa,
kecewa
dan kecewa...
ku tanya pada sesiapa yang ku temui
Tapi,
Tak jua mereka jawab tanyaku
Aku berlari,
Berharap di sana kan ku temui
Siapa sebenarnya diri ini,
Aku bosan terus begini
dan terus begini
Tapi kenapa mereka tak jua mengerti
Aku kecewa,
kecewa
dan kecewa...
Jumat, 20 Agustus 2010
Penyemangat

Lagu yang slalu ku dengarkan saat aku sedang kecewa dan sedih. Lagu yang dinyanyikan oleh D'Masiv yang berjudul Jangan Menyerah. Terima kasih D'Masiv.
Jangan Menyerah
Oleh : D'Masiv
indonesianwallpapers.blogspot.comtak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi
kita pasti pernah
dapatkan cobaan yang berat
seakan hidup ini
tak ada artinya lagi
reff1:
syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik
tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi
Tuhan pasti kan menunjukkan
kebesaran dan kuasanya
bagi hambanya yang sabar
dan tak kenal putus asa
Kamis, 19 Agustus 2010
Sebuah Penyesalan yang Tiada Henti

Mahasiswa. Sebuah kata yang penuh makna. Mahasiswa merupakan gelar kebanggaan yang menunjukkan kematangan, kedewasaan, dan kebijaksanaan. Mahasiswa dikatakan sebagai kaum elit, karena dari sekian banyak penduduk Indonesia hanya beberapa saja yang mampu menjadi mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga seorang pahlawan, sebagaimana yang dikatakan oleh ketua BEM FISE UNY'10 bahwa menjadi mahasiswa berarti siap menjadi pahlawan, pahlawan perubahan.
Yah, menjadi mahasiswa UNY adalah suatu impian dalam hidupku. Dan menjadi mahasiswa berprestasi sekaligus seorang aktivis adalah keinginanku sejak SMP. Akan tetapi....
Semuanya terasa layu. Kenyataan aku masuk UNY tahun ini memang benar adanya. Aku mampu menembus tes masuk UNY. Dan sekarang aku adalah mahasiswa UNY.
Namun hal ini tak terasa menggembirakan di hatiku. Aku tidak merasa senang sedikitpun. Bahkan aku ingin lari dari kenyataan ini.
Mengapa?????karena aku masuk di jurusan yang tak kusukai. Yah, aku masuk di fakultas ilmu sosial di jurusan pend.administrasi.
Rasanya bebatuan besar berjatuhan di atas kepalaku, karena aku aku dan otakku ini telah menggeluti mipa dari kecil.Yang sebenarnya aku anak ipa waktu sma.
Matematika. Yah, pelajaran matematika adalah pelajaran yang paling ku suka. Hingga nilai matematikaku di raport min 82. Hampir semua event matematika aku ikuti.Rasanya angka dan rumus matematika sudah mendarah daging dalam diriku. Menjadi guru matematika adalah impianku. Tapi.... seiring berjalannya waktu, datang seorang ekonomi dalam hidupku. Entah apa yang ku rasa saat itu sehingga aku pun mengikuti jejaknya. Pada saat snmptn aku pilih tes ips ambil jurusan akuntansi dan pend. administrasi. Emang pada dasarnya aku kurang paham tentang ips sehingga aku diterimanya di jurusan pend.administrasi. Bukanlah hal yang menggembirakan bisa lolos snmptn.
Awalnya aku tak ingin mengambilnya, tetapi kedua orang tuaku sangat menharapkan aku masuk UNY, jadi terpaksa ku ambil.Tapi semuanya ku jalani dengan setengah hati. Mulai dari pembayaran, registrasi, ospek dan sampai pada detik ini aku jalani dengan setengah hati.
Semangatku benar-benar hancur. Berbagai usaha ku lakukan untuk membangkitkan semangatku, tapi semuanya tidak berhasil. Mulai dari membaca buku motivasi&agama, mendengarkan dan diskusi bersama ustads di radio, jalan ke tempat ramai, ke tempat sepi dll, tapi kesemuanya tak jua membangkitkan semangatku.
Mungkin aku tak akan selemah ini bila aku masuk FMIPA atau PGSD. Dulu aku PBU ambil PGSD karena aku ingin seperti kakak sepupuku menjadi guru SD dan dikhususkan mengajar matematika. Awalnya aku memang diterima, tapi pada saat laporan dan tes kesehatan aku ga bawa skhun sementara karena di surat panggilan ga suruh bawa, lagi pula sekolahku masih sulit mengeluarkan surat itu. Akhirnya aku pun ga keterima. Dan aku pun ikut snmptn. Aku hanya punya waktu 3 minggu untuk belajar soal-soal ips. Hmmm..... tak pernah terbayangkan.
Kini semua telah terjadi. Dan aku benar-benar tak punya semangat. Rupanya keinginan menjadi mahasiswa berprestasi dan aktivis pudar begitu saja.
Dan ini menjadi penyesalan terdalamku.
Yah, menjadi mahasiswa UNY adalah suatu impian dalam hidupku. Dan menjadi mahasiswa berprestasi sekaligus seorang aktivis adalah keinginanku sejak SMP. Akan tetapi....
Semuanya terasa layu. Kenyataan aku masuk UNY tahun ini memang benar adanya. Aku mampu menembus tes masuk UNY. Dan sekarang aku adalah mahasiswa UNY.
Namun hal ini tak terasa menggembirakan di hatiku. Aku tidak merasa senang sedikitpun. Bahkan aku ingin lari dari kenyataan ini.
Mengapa?????karena aku masuk di jurusan yang tak kusukai. Yah, aku masuk di fakultas ilmu sosial di jurusan pend.administrasi.
Rasanya bebatuan besar berjatuhan di atas kepalaku, karena aku aku dan otakku ini telah menggeluti mipa dari kecil.Yang sebenarnya aku anak ipa waktu sma.
Matematika. Yah, pelajaran matematika adalah pelajaran yang paling ku suka. Hingga nilai matematikaku di raport min 82. Hampir semua event matematika aku ikuti.Rasanya angka dan rumus matematika sudah mendarah daging dalam diriku. Menjadi guru matematika adalah impianku. Tapi.... seiring berjalannya waktu, datang seorang ekonomi dalam hidupku. Entah apa yang ku rasa saat itu sehingga aku pun mengikuti jejaknya. Pada saat snmptn aku pilih tes ips ambil jurusan akuntansi dan pend. administrasi. Emang pada dasarnya aku kurang paham tentang ips sehingga aku diterimanya di jurusan pend.administrasi. Bukanlah hal yang menggembirakan bisa lolos snmptn.
Awalnya aku tak ingin mengambilnya, tetapi kedua orang tuaku sangat menharapkan aku masuk UNY, jadi terpaksa ku ambil.Tapi semuanya ku jalani dengan setengah hati. Mulai dari pembayaran, registrasi, ospek dan sampai pada detik ini aku jalani dengan setengah hati.
Semangatku benar-benar hancur. Berbagai usaha ku lakukan untuk membangkitkan semangatku, tapi semuanya tidak berhasil. Mulai dari membaca buku motivasi&agama, mendengarkan dan diskusi bersama ustads di radio, jalan ke tempat ramai, ke tempat sepi dll, tapi kesemuanya tak jua membangkitkan semangatku.
Mungkin aku tak akan selemah ini bila aku masuk FMIPA atau PGSD. Dulu aku PBU ambil PGSD karena aku ingin seperti kakak sepupuku menjadi guru SD dan dikhususkan mengajar matematika. Awalnya aku memang diterima, tapi pada saat laporan dan tes kesehatan aku ga bawa skhun sementara karena di surat panggilan ga suruh bawa, lagi pula sekolahku masih sulit mengeluarkan surat itu. Akhirnya aku pun ga keterima. Dan aku pun ikut snmptn. Aku hanya punya waktu 3 minggu untuk belajar soal-soal ips. Hmmm..... tak pernah terbayangkan.
Kini semua telah terjadi. Dan aku benar-benar tak punya semangat. Rupanya keinginan menjadi mahasiswa berprestasi dan aktivis pudar begitu saja.
Dan ini menjadi penyesalan terdalamku.
Langganan:
Komentar (Atom)