Bicara tentang wanita tak akan pernah ada habisnya. Fashion, make up, shopping, dll seolah tak pernah lepas dari pembicaraan. Hampir semua wanita melakukan hal demikian.
Maka perlu kita lihat kembali tentang kisah-kisah wanita di masa lalu yang menguras air mata.
Sebelum munculnya islam, seorang wanita seolah tak ada harganya sama sekali. Tidak ada penghargaan sedikitpun bagi seorang wanita. Bahkan seorang wanita yang melahirkan seorang bayi perempuan maka ia harus siap kehilangan bayi tersebut, karena bayi yang lahir permpuan akan dikubur secara hidup-hidup. Akan tetapi setelah muncul islam, keberadaan wanita diangkat tinggi-tinggi. Lihat saja, betapa mulianya seorang wanita yang menjadi ibu. Bahkan islam menyatakan bahwa surga ada di telapak kaki ibu. Begitu mulianya islam mengangkat derajat kaum para wanita.
Beralih dari peradaban islam di masa lalu, di Indonesia pun terjadi perubahan derajat bagi para kaum wanita. Pada zaman penjajahan, seorang wanita dianggap rendah. Hal ini dapat dilihat pada pendidikan seorang wanita. Pada zaman itu, seorang wanita tidak diperkenankan bersekolah, mereka dipinggit. Hal ini karena adany anggapan bahwa seorang wanita kelak hanya akan mengurusi dapaur. Bahkan ada yang mengatakan bahwa wanita identik dengan "kasur, dapur,dan sumur".
Namun ketika muncul seorang wanita pembawa perubahan maka kedudukan seorang wanita pun semakin diangkat. Beliau mempelopori pendidikan bagi kaum wanita. Maka saat itu pula seorang wanita dapt merasakan nikmatnya bersekolah.
Namun hal tersebut tidaklah didaapat dengan mudah. Semua memerlukan perjuangan yang tinggi.
Lalu bagaimana dengan keadaan perempuan saat ini????
Apa masih pantas kita menggunakan waktu kita dengan seenaknya, sedangkan pada zaman dahulu perjuangan begitu susahnya???
Keblinger
Jumat, 04 Maret 2011
Sabtu, 08 Januari 2011
Gua Cemara Beach...
Sore yang mendung,
Langkah kaki menapaki kerikil-kerikil kehidupan
...
Di ujung jalan itu kutemui
jiwa yang bernaung dalam hidupku
Pengisi kehidupanku di masa itu
Menggeliat dalam hidupku
...
Jiwaku terasa termbang-ambing melihat semua itu..
Ketika ia termenung di atas pasiran
Matanya bermanja dengan ombak lautan
Dan aku hanya terdiam melihat semua itu
....
Ku sangkakan ia malaikat
Nyatanya hanya mataku tertipu eloknya dunia
Semakin ku mendekat, lebih mendekat
hanyalah butiran-butiran pasir di tepian pantai
Langkah kaki menapaki kerikil-kerikil kehidupan
...
Di ujung jalan itu kutemui
jiwa yang bernaung dalam hidupku
Pengisi kehidupanku di masa itu
Menggeliat dalam hidupku
...
Jiwaku terasa termbang-ambing melihat semua itu..
Ketika ia termenung di atas pasiran
Matanya bermanja dengan ombak lautan
Dan aku hanya terdiam melihat semua itu
....
Ku sangkakan ia malaikat
Nyatanya hanya mataku tertipu eloknya dunia
Semakin ku mendekat, lebih mendekat
hanyalah butiran-butiran pasir di tepian pantai
Langganan:
Komentar (Atom)